oleh

Para Tukang Becak Senang Akhirnya Bisa Cari Nafkah Lagi

Para Tukang Becak Senang Akhirnya Bisa Cari Nafkah Lagi

SeputarNKRI | Peristiwa – Sejak awal tahun 2000 kendaraan tradisional becak sudah bersih dari Jakarta. Alat transportasi tradisional itu sedikit demi sedikit menghilang. Sebab, Pasal 18 Perda No 11/1998 melarang orang atau badan membuat, menjual, dan mengoperasikan becak di wilayah Ibu Kota.

Namun, era Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan– Sandiaga Uno, becak kini diperbolehkan kembali melintasi di ibu kota.

Hal ini menuai pro kontra. Bahkan tak sedikit kebijakan Anies-Sandi ini dinilai mengalami kemunduran. Tapi banyak juga yang setuju, khususnya para pencari nafkah dengan menggoes becak.

Laksono, tukang becak di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan salah satunya. Dia bahkan rela merogoh kocek dari kampung halaman di Jawa Tengah untuk kembali ke Jakarta narik becak.

“Jadi saya ada kerjaan lagi,” ujar dia di atas becaknya sambil menunggu penumpang, Minggu (28/1).

Warga kelahiran Grobokan, Purwadadi, Jawa Tengah ini mengaku kesulitan mencari nafkah istri dan anaknya. Sebab, ia harus bersaing dengan transportasi yang kini lebih modern.

“Ya sekarang kan sudah banyak yang online-online, cuma pencet di HP sampai. Terus cepat, kita kan pakai tenaga, capek,” ujarnya.

Walaupun lelah, ia tak pantang menyerah. Ia tetaplah bertawakal kepada Allah SWT. Hingga akhirnya ada keputusan baru dikeluarkan Anies-Sandi. Dia pun kembali narik becak sudah dua minggu belakangan ini.

“Ya rejeki kan ada yang atur. Saya di sini nggak nentu, kadang-kadang sehari dapatnya Rp 30 hingga Rp 50 ribu,” katanya.

Laksono mengaku, selama becak dilarang dirinya kembali ke kampung halaman. Di kampung jadi buruh serabutan, tak ada pekerjaan tetap. Becak yang sudah dikayuhnya tahun 90an dulu dititip di Jakarta.

“Ya balik kampung, jadi kuli, jadi apa saja yang penting dapat duit. Ya becak saya tinggal di Jakarta,” jelasnya. [rnd]

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed