oleh

5 Alasan Real Madrid Tidak akan Mencapai Final Liga Champions UEFA

SeputarNKRI | Berita Bola – Tiga trofi UCL pamungkas digondolnya dalam 4 tahun terakhir. Selain itu, sejak satu dekade terakhir, jika tidak berhasil menjadi juara, Real Madrid setidaknya terhenti di tahap semifinal.

Namun begitu, ada banyak alasan untuk percaya bahwa raksasa Spanyol itu bakal melewatkan sebuah malam bersejarah di Kiev, Rusia (Host final UCL) kali ini. Berikut lima alasan Real Madrid tidak akan mencapai final Liga Champions UEFA tahun ini.

1. Cedera dan performa Gareth Bale

5 Alasan Real Madrid Tidak akan Mencapai Final Liga Champions UEFArealmadrid.com

Sejak Gareth Bale bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2013, persoalan cedera selalu mengganggu penampilannya. Masalah cedera betis telah membuatnya kehilangan tempat di sebagian besar musim ini.

Bahkan ketika fit, Bale kurang bisa beradaptasi dengan formasi 4-4-2 yang diterapkan manajer Zinedine Zidane, baru-baru ini. Legenda Prancis itu lebih suka memainkan Marcos Asensio dan Lucas Vazquez di posisi sayap dengan Karim Benzema bersama Cristiano Ronaldo sebagai penyerang, dilansir dari Goal.com.

Padahal, Gareth Bale telah menjadi sosok yang sangat penting dalam kesuksesan Real Madrid di Eropa. Dia telah bermain di dua dari tiga final Liga Champions untuk Real dalam 4 tahun ini. Ketidakhadirannya tentu akan memiliki dampak besar pada peluang Real kali ini.

2. Kemandulan Benzema

5 Alasan Real Madrid Tidak akan Mencapai Final Liga Champions UEFArealmadrid.com

Pada musim 2017/2018 ini, grafik penampilan Karim Benzema adalah yang terendah sepanjang karirnya bersama Real Madrid. Striker Prancis itu hanyak mencetak empat gol dari 23 penampilannya di La Liga. Bahkan di seluruh kompetisi yang diikuti Los Blancos (Real), gol Benzema belum mencapai dua digit.

Sebuah statistik yang mengecewakan bagi striker Real Madrid itu. Who Scored mencatat, secara total, dari 32 penampilannya, Benzema hanya mencetak tujuh gol.

Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan Ronaldo yang telah mencetak 37 gol di semua ajang. Padahal, sang manajer telah mencoba untuk memposisikan Benzema kembali bersama Bale dan Ronaldo (trio BBC) saat melawan Eibar, dua pekan lalu. Namun Benzema tak kunjung mencetak gol.

“Real Madrid seharusnya memiliki striker baru pada Januari karena Karim Benzema “bahkan tidak terlihat berbahaya,” menurut legenda Prancis, Jean-Pierre Papin kepada Goal.

Dengan dua dari trisula BBC sedang bermasalah, apa yang bisa diharapkan dari juara bertahan UCL itu?

3. Kurang variasi taktik

5 Alasan Real Madrid Tidak akan Mencapai Final Liga Champions UEFAtwitter.com/optajoe

Para pemain belakang naik hingga separuh lapangan, bek sayap memberi umpan tarik dari sisi lapangan dan winger bergeser posisi ke tengah untuk memberi ruang kepada striker. Bukankah taktik ini terdengar klise?

Masih ada lagi. Para pemain gelandang memberi umpan daerah kepada Ronaldo, terkadang melambung melewati barisan bek lawan, hingga Benzema yang berperan sebagai ace striker harus tetap berada di garis belakang musuh.

Semuanya tampak bagus, kecuali hanya itu saja. Kamu tidak dapat menghentikan Real Madrid hanya dengan memprediksi apa yang bisa mereka lakukan. Pasalnya, pemain mereka bagus-bagus.

Tapi melawan pelatih papan atas di sekaliber Guardiola, Klopp, Heynckes atau Allegri, permainan menyerang seperti itu akan mudah dipatahkan. Kalau ada yang membutuhkan bantuan, Mauricio Pochettino, manajer Tottenham Hotspurs, telah memberikan contoh bagaimana cara mengalahkan Real Madrid.

“Zidane pergi dengan tim, formasi dan bahkan taktik alternatif yang sama saat dia mencoba menerapkannya dan tidak berhasil ketika melawan Girona,” tulis As mengomentari kekalahan Real Madrid dari Tottenham Hotspurs di fase grup UCL.

4. Tidak ada kedalaman skuat

5 Alasan Real Madrid Tidak akan Mencapai Final Liga Champions UEFArealmadrid.com

Kehilangan James Rodriguez dan Alvaro Morata di awal musim ditambah kondisi kebugaran Gareth Bale serta tak kunjung bertajinya Karim Benzema, mestinya klub sekelas Real Madrid mempunyai pengganti yang setara.

Coba tengok bagaimana Borja Mayoral, pemain berusia 20 tahun, menjadi pelapis Benzema. Siapa dia? Memang, Real Madrid gagal mencapai kesepakatan dengan Kylian Mbappe yang lebih memilih berlabuh ke PSG.

Mari kita lihat kedalaman tim Manchester City sebagai perbandingan. Mereka memiliki Raheem Sterling, Leroy Sane, Sergio Aguero dan Gabriel Jesus sebagai opsi jika salah satu atau dua berhalangan. Contoh lain adalah Bayern Munchen dengan Thomas Muller, Robert Lewandowski, Arjen Robben dan Franck Ribery.

Real Madrid jelas harus memperkuat tim mereka pada jeda kompetisi musim depan.

5. Pertahanan yang bermasalah

5 Alasan Real Madrid Tidak akan Mencapai Final Liga Champions UEFA

Real Madrid telah kebobolan lebih banyak gol di La Liga musim ini jika dibandingkan dengan digabungnya jumlah kebobolan Barcelona dan Atletico Madrid, dilansir Marca.com. Cedera yang melanda Sergio Ramos, Raphael Varane, Marcelo dan Keylor Navas memang menjadi bencana bagi Real Madrid.

Di sisi lain, gelandang bertahan Casemiro sebagai gelandang jangkar, tampak kurang berani merebut bola. Hal tersebut jelas sangat berbahaya jika melawan tim dengan pressing tinggi. Real Madrid yang mengandalkan para pemain bek sayapnya untuk membantu penyerangan, juga sangat rapuh terhadap serangan balik lawan.

Para pemain gelandang yang diharapkan bisa mengisi celah kosong yang ditinggalkan para pemain belakang, tidak bisa maksimal memainkan peran mereka.

Di musim sebelumnya, hal ini sama sekali tidak masalah. Musim ini, tingkat konversi peluang telah turun secara tajam dan penyerang Real tidak lagi dapat menyelamatkan tim saat kebobolan secara terus menerus.

Salah, Sane, Lewandowski, Messi dan yang lainnya tentu akan senang dengan performa pertahanan Real Madrid saat ini.

Itulah lima alasan mengapa Real Madrid nyaris mustahil melangkah ke babak final UEFA Champions League 2018.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed