oleh

Kepala BSSN Lantik Empat Deputi Baru



SeputarNKRI

loading…

JAKARTA – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi melantik pejabat eselon I yang terdiri atas empat deputi sebagai pimpinan madya di lingkungan BSSN.

Pejabat eselon I yang dilantik meliputi Deputi I, II, dan IV. Deputi I diisi Brigjen Pol Dharma Pongrekun yang menaungi bidang identifikasi dan deteksi. Deputi II diisi Marsekal Pertama (Marsma) TNI Asep Chairudin yang membidangi penanggulangan dan pemulihan, dan Deputi IV diisi Brigjen TNI Suharyanto yang membawahkan bidang pemantauan dan pengendalian.

“Syukur alhamdulillah hari ini BSSN melaksanakan pelantikan pejabat eselon I. Artinya terhitung mulai hari ini BSSN telah memenuhi, telah melengkapi pejabat tingginya. Artinya secara apa pun dari sisi mana pun kami BSSN sudah siap untuk bekerja,” kata Djoko di Gedung BSSN, Jakarta, kemarin.

Diketahui, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 133 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres No 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara, BSSN menjadi lembaga pemerintah berada langsung di bawah Presiden. Sebelumnya BSSN merupakan lembaga pemerintah yang berada di bawah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).

Djoko menjelaskan, tugas pejabat eselon I adalah mendukung kegiatan pokok BSSN, membantu pemerintah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bangsa di ranah siber. “Bertambahnya pejabat BSSN akan memudahkan dalam berkomunikasi, berinteraksi, tidak ada gangguan di ranah siber ini,” katanya.

Pada pelantikan kali ini terdapat pejabat pimpinan tinggi madya yang berasal dari TNI/ Polri. Hal ini menunjukkan bahwa BSSN membuka diri dan memberikan kesempatan kepada instansi mana pun untuk bersinergi dan berkola borasi dalam memperkuat BSSN sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

“Pelantikan pejabat tersebut merupakan usaha konsolidasi internal BSSN untuk segera beroperasi secara optimal,” ungkap Djoko. Sementara itu Brigjen Pol Dharma Pongrekun menyatakan siap menjalankan tugas sebagai deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN.

Menurutnya dia berupaya seoptimal mungkin mencegah dan mengatasi serangan siber, terutama yang mengancam keamanan negara. Saat ini menurutnya marak berita palsu atau hoax di dunia maya serta kejahatan siber lainnya yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketahanan negara.

Oleh karenanya dia akan melakukan pengawasan dan pencegahan atas bahaya yang dilahirkan dari dunia siber. “Tugas saya di BSSN baru, tetapi ini merupakan tantangan dan tanggungjawab yang diberikan negara karena kita sekarang berada di massa cyber space.

Begitu banyaknya serangan siber yang bisa memengaruhi fungsi atau pekerjaan keamanan negara,” ungkap Dharma. Menurutnya, keberadaan BSSN diharapkan dapat memproteksi keamanan negara, khususnya dalam dunia digital. Pihaknya akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan lembaga negara lainnya dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di dunia siber.

Misalnya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. “Sehingga tidak dapat diintervensi oleh bidang manapun juga, oleh lawan mana pun juga. Kami berharap bergabungnya saya di BSSN ini dapat memberikan kontribusi lebih baik lagi sehingga antar-stakeholder dapat bekerja sama dengan baik serta senantiasa berkoordinasi dengan kami dalam bersinergi menjaga keamanan siber nasional ini,” pungkasnya. (Binti Mufarida)

(nfl)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed