oleh

Yusril Dukung Jokowi Di Pilpers Tahun Depan

Yusril sempat menjadi sorotan lantaran memberikan pandangannya, bahwa Presiden Jokowi tidak memiliki kewajiban untuk cuti sepanjang masa kampanye saat menjadi calon presiden petahana. Padahal, banyak yang meminta agar Jokowi cui atau mengundurkan diri sebagai presiden saat kampanye.

Sementara menurut Sekjen PBB Afriansyah Noor, apa yang disampaikan Yusril adalah pendapat akademiknya sebagai pakar di bidang hukum tata negara. Namun, biasanya sikap tersebut sejalan dengan sikap politiknya.

“Sikap Pak Yusril sebagai akademisi, biasanya sejalan dengan sikap politiknya setahu saya Pak Yusril selalu konsisten. Beliau tidak pernah “split personality” dalam bersikap. Karena bagi beliau, seorang politisi haruslah mendasarkan sikap politiknya pada intelektualisme beliau,” jelas Afriansyah kepada Liputan6.com.

Dia pun memberi sinyal, kemungkinan bisa saja Yusril dan PBB akan mendukung Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres mendatang.

“Kalau bicara tentang kemungkinan-kemungkinan, maka kemungkinan seperi itu ya mungkin saja,” ungkap Afriansyah.

Dia pun menegaskan, partainya masih menunggu Ijtima Ulama II.

“PBB juga sedang menunggu Ijtima Ulama II, agar pandangan PBB tidak bertabrakan dengan pandangan para ulama. Para petinggi PBB, Pak Yusril dan Pak Kaban sedang melakukan pembicaraan yang intensif terhadap kedua kubu Capres ini. Nanti tiba saatnya, setelah berkonsultasi dengan para ulama, PBB akan menentukan sikap dalam Pilpres mendatang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed