oleh

Nakhoda kapal kerap ingat rekan saat diculik Abu Sayyaf

123
SeputarNKRI|Kriminal Juru mudi kapal pandu (tugboat) Henry, Royke Fransy Montolalu, salah satu korban selamat dari aksi penculikan diduga kelompok Abu Sayyaf, telah kembali berkumpul dengan keluarga. Saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Matani Lingkungan II Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Royke terlihat bahagia bisa ada lagi di tengah keluarga yang dicintai. Meski demikian, dirinya mengaku selalu teringat rekan-rekannya yang diculik.

“Saya selalu teringat rekan-rekan yang diculik. Tidak tahu mereka dibawa ke mana, yang jelas perahu yang membawa mereka menuju arah Filipina. Di wilayah perairan tersebut memang banyak pulau-pulau kecil,” ujar Royke, Senin (25/4).

Dia berharap pemerintah dapat mengupayakan pembebasan para sandera secepatnya. Tak lupa dirinya mendoakan kesembuhan rekannya yang jadi korban penembakan diduga kelompok Abu Sayyaf tersebut.

Saat ditanyai keinginan untuk kembali melaut, dirinya mengaku jiwa pelaut dalam dirinya masih menginginkan hal tersebut. Hanya saja, keluarga masih trauma dengan kejadian yang menimpa sehingga belum memperbolehkan ia kembali bekerja.

“Saya masih siap (melaut) namun istri dan anak-anak belum memperbolehkan. Mereka masih trauma,” kata lelaki yang telah 5 tahun menjadi juru mudi TB Henry ini.

Istri Royke, Ririn Handayani Suroso, belum bisa melupakan saat di mana ia menerima kabar penculikan ABK TB Henry. Beruntung, dirinya masih bisa saling kontak melalui telepon selular dengan sang suami.

“Kejadian Jumat tanggal 15 April lalu pukul 18.30. Saya ditelpon bapak pukul 01.00 dini hari tapi enggak saya angkat karena menggunakan nomor lain. Nanti besoknya baru dikasih kabar tetangga bahwa kapal bapak dibajak perompak. Trus saya dikasih tahu pihak perusahaan juga, namun katanya ibu enggak usah kuatir karena bapak termasuk salah satu korban selamat,” kata Ririn.

Sejak saat itu setiap hari dirinya selalu berkomunikasi rutin dengan suaminya. Bersama kedua anak tercinta, Putri dan Keyri Montolalu, Ririn selalu berdoa agar dapat secepatnya berkumpul dengan suami dan ayah tercinta. Trauma tersebut menyebabkan ia dan keluarga belum mengijinkan Royke kembali bekerja. “Nanti, kalau keadaan sudah benar-benar aman baru bisa bekerja kembali,” kata dia.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed