oleh

Kebanjiran Bonus, Eko Yuli Ingin Bangun Sasana

SeputarNKRI –

loading…

Senyum seolah tidak pernah berhenti merekah dari bibir Eko Yuli Irawan. Betapa tidak, kemarin lifter andalan Indonesia itu menjadi bintang kehormatan di Istana Negara atas prestasi yang diraihnya pada seri kejuaraan dunia angkat besi yang digelar di Ashgabat, Turkmenistan (3/11).

Bukan hanya mendapat undangan khusus ke Istana Merdeka, atlet kelahiran Lampung 24 Juli 1989 tersebut juga mendapatkan banjir hadiah. Total dia mendapatkan ganjaran Rp450 juta, masing-masing dari Presiden Joko Widodo dan Kemenpora juga. Hadiah ini belum termasuk dari lembaga lain, seperti dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI).

Bonus tersebut tentu semakin menambah tebal tabungan Eko Yuli, karena setelah Asian Games 2018 lalu dia mendapat ganjaran sebesar Rp1,5 miliar dari pemerintah karena berhasil meraih medali emas.

Prestasi yang diraihkan Eko Yuli pada kejuaraan dunia itu memang terbilang sangat mentereng dan patut mendapatkan apresiasi. Dalam ajang itu, Eko Yuli bertanding di nomor baru, yaitu kelas 61 kilogram.

Di babak final, dia berhasil mencatatkan angkatan clean & jerk sebesar 174 kg yang merupakan rekor dunia baru. Angkatan itu didapat pada kesempatan ketiganya setelah Eko mencatatkan 165 kg dan 170 kg.

Pada angkatan snatch sebelumnya, Eko mencatatkan angka 143 kg. Dengan total angkatan tersebut, Eko pun mencatatkan diri sebagai pemecah rekor baru di kelas 61 kilogram.

Dia mengalahkan dua pesaing dari China, yakni Fabin Li dan Fulin Qin, yang masing-masing mencetak total angkatan 310 kilogram dan 308 kilogram. Total dia membawa pulang tiga medali emas. Apa yang diraih Eko Yuli ini tentu sangat membanggakan bangsa ini. Apalagi penghargaan itu di level dunia.

Sebelumnya, Eko Yuli memang pernah mendapatkan medali emas kategori 56 kg dengan total angkatan 273 pada kejuaraan dunia yunior 2007. Namun untuk kejuaraan dunia, dia sebatas meraih medali perak dan perunggu. Pun di Olimpiade.

Karena prestasi itulah kemarin Presiden Jokowi mengundang secara khusus Eko Yuli ke Istana Presiden. Eko Yuli yang tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 09.10 WIB didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua PB PABBSI Ro san Roeslani, dan Manajer Tim Angkat Besi Indonesia Sonny Kasiran.

Sementara itu, Presiden Jokowi menerima kehadirannya seorang diri. Kepada Presiden, Eko mengungkapkan rasa bangganya dapat mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Apalagi, ini merupakan yang pertama baginya untuk meraih medali emas di tingkat kejuaraan dunia.

“Ini sejarah pertama juga bisa dapat medali emas bahkan bisa pecah rekor dunia. Yang pasti senang, bangga, bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” ujar Eko Yuli.

Dia menuturkan, prestasi yang diraihnya berkat intensitas latihan yang diarahkan untuk meraih prestasi terbaik di Olimpiade. Dia menyebutkan dalam satu hari ada dua sesi latihan, di mana setiap sesi dilakukan selama tiga jam.

“Pelatihannya sih sama. Karena kita targetnya selalu ke Olimpiade, jadi tidak ada pen urunan intensitas pelatihan. Mau SEA Games, Asian Games, ataupun ke yang lain, tetap fokusnya untuk Olimpiade,” ungkapnya. Berkaitan dengan bonus yang didapatnya, Eko Yuli mengatakan akan ditabung.

Dia mempunyai keinginan untuk mendirikan sasana atau tempat latihan angkat besi. Dengan begitu, dapat menampung para remaja yang berminat pada olahraga angkat besi.

“Karena kita sudah belasan tahun di angkat besi, kayanya sudah tahu skillnya, sudah tahu cara menangani atlet. Ingin menciptakan juga supaya di angkat besi, prestasinya tidak mandek. Takutnya setelah saya pensiun belum ada lagi. Itu yang saya takutin. Setidaknya kita bisa menciptakan juga,” katanya.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed