oleh

Praktisi Media Jadi Pengajar di Lembaga Pelatihan Public Speaking



SeputarNKRI

loading…

JAKARTA – Sejumlah praktisi bidang media dihadirkan menjadi pengajar di lembaga pelatihan public speaking, SPIKUL. Mereka di antaranya Anisha Dasuki (iNews TV), Balques Manisang (TV One), dan Dwi Anggia (TV One).

Mereka disiapkan untuk mengembangkan kelas jurnalistik dan news caster SPIKUL. Terdapat juga nama Clara Tampubolon yang dikenal sebagai pakar komunikasi dengan pengalaman kerja di beberapa media televisi, seperti Jak TV, ANTV dan SCTV.

Kemudian, Tommy Tjokro, seorang pakar public speaking dengan pengalaman belasan tahun di dunia jurnalistik dan penyiaran. Tommy dikenal luas sebagai news anchor di Metro TV, Bloomberg TV Indonesia, dan kini di RCTI (MNC Group).

“Selain cara berkomunikasi, kami juga akan bekali peserta SPIKUL dengan polesan personal branding yang kuat dan unik. Sehingga yang bersangkutan akan memiliki karakter yang kuat dan menarik bagi media dan publik,” ujar Clara Tampubolon dalam acara launching SPIKUL di Jakarta, Jumat (9/11/2018) malam.

Dengan adanya SPIKUL, diharapkan semua elite bisa berkomunikasi dengan baik di media, sehingga bisa menciptakan kondusivitas, mencegah terjadinya kesalahpahaman, dan hal-hal yang rawan diputarbalikkan.

Adapun yang melatarbelakangi didirikannya SPIKUL adalah adanya sebagian besar orang yang dalam berkomunikasi kepada media menjadi sebuah momok. Walaupun orang tersebut sudah fasih dalam hal public speaking, namun saat akan berkomunikasi dengan media, banyak yang mengalami kesulitan, baik teknis maupun non teknis.

Sedangkan lembaga pelatihan public speaking itu mengkhususkan diri melatih orang-orang untuk dapat berkomunikasi dengan baik di hadapan media, sehingga bisa menjadi seorang media darling. SPIKUL juga menggandeng seorang pakar branding dan konten kreatif, Iman Sjafei.

Iman dikenal sebagai co-founder agensi kreatif ReKreasi dan media startup Asumsi.co. “Banyak politisi dan tokoh publik yang sudah mencapai kesuksesan, dan sangat fasih berkomunikasi di depan umum, namun gagap saat menghadapi media. Di pikiran mereka sudah terbentuk persepsi kau media itu mengintimidasi, dan menyebabkan apa yang ingin mereka komunikasikan menjadi buyar,” ujar Iman Sjafei.

Sementara itu, Tommy Tjokro mengatakan, SPIKUL akan berbagi rahasia mengenai apa yang media inginkan, bagaimana bertanya dan bagaimana ingin dijawab. “Tidak ada yang lebih mengerti cara media mengorek informasi dari nara sumber kecuali kami sendiri, para praktisi media aktif,” kata Tommy Tjokro.

(thm)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed