oleh

Cara mahasiswa Trisaksi kenang tragedi Mei 1998

seputarNKRI-feature-image1111g547kyiy
SeputarNKRI|UMUM – Peristiwa 12 Mei 1998 mengguncang negeri ini. Sejarah mencatat empat mahasiswa gugur dalam medan perang melawan rezim pemerintahan Soeharto selama 32 tahun. Peristiwa tersebut mengawali lahirnya era reformasi dan pelecut runtuhnya pemerintahan orde baru Soeharto.

Empat mahasiswa yang merenggang nyawa tersebut sudah barang tentu layak dinobatkan sebagai Pahlawan Reformasi.

Mereka adalah mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, yakni Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur), Hafidhin Royan (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Sipil), Hery Hartanto (Fakultas Teknologi Industri), dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi).

Enam belas tahun berlalu, Universitas Trisakti tetap menjaga semangat perjuangan senior mereka dengan pelbagai hal. Seperti yang diutarakan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Abdul Kader Jibran.

Kepada Kader menceritakan bagaimana generasinya mengenang ‘abang-abang’ mereka dengan beberapa kegiatan yang digelar di kampusnya. Ia mencontohkan saban tahunnya sudah dipastikan mengenang jasa mereka dengan berbeda cara.

“Setiap tahun berbeda-beda, tergantung siapa yang menjabat di Kepresidenan Mahasiswa, HIMA dan UKM bagaimana mengonsepnya,” kata Kader

Kader menjelaskan banyak permintaan datang dari mayoritas mahasiswa kepada lembaga kampusnya untuk melakukan gelaran mengenang tragedi 12 Mei dengan kegiatan yang mengandung unsur kreativitas.

Mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 2012 ini menceritakan tahun ini kampusnya menggelar pelbagai akitivitas yang berbau kreativitas seperti lomba mural, maupun spanduk, poster yang didesain lebih kekinian.

“Gimana caranya menerjemahkan sejarah ini ke mereka dengan cara sederhana,” ujarnya.

Teknologi yang semakin maju juga dimanfaatkan oleh Kader dengan teman-teman di organisasinya untuk melakukan sosialisasi terhadap mahasiswa lain ihwal sejarah bagaimana keempat senior mereka berjuang sampai mengorbankan nyawa demi bangsa dan negara.

“Untuk 12 Mei itu di organisasi kita masukin di program GBHP (Garis Besar Haluan Program) dari ujung organisasi tingkat universitas sampai 9 BEM dan 17 Himpunan wajib membuat yang berhubungan dengan12 Mei,” katanya.

Salah satu yang dibagikan melalui media sosial resmi dari organisasi Universitas Trisakti tak hanya tentang fakta-fakta tragedi 12 Mei. Kader mencontohkan dalam media sosial tersebut juga dibagikan beberapa fakta sisi lain dari sosok empat senior mereka tersebut.

“Selain fakta abang kita terbunuh dengan peluru tajam, tahu gak sih misalnya Hendrawan Sie itu dia gemar berbisnis, gemar berusaha, kita ceritakan fakta dan sisi lain dari abang-abang kita itu,” ujarnya.

Menjelang 12 Mei tiba, mahasiswa Trisakti juga gencar melakukan sosialisasi tersebut dengan media tatap muka. Kader menjelaskan ada sebuah program bernama ‘Unjuk Suara Reformasi’ yang bersifat mendatangi setiap mahasiswa untuk sekedar menceritakan fakta-fakta tragedi 12 Mei.

Setiap perwakilan dari organisasi kampus akan melakukan dialog dengan hampir mahasiswa yang menimba ilmu di Universitas yang terletak di Kawasan Grogol, Jakarta Barat tersebut.

Menjelang 12 Mei sudah dipastikan Universitas Trisakti akan mehelat acara yang cukup besar-besaran.

“Kita juga mendekor kampus dengan sifatnya kreatif, kata-katanya yang tidak berhubungan dengan ‘darah’ karena memang kita menghindari itu,” ujar pria berkacamata ini.

Kader menjelaskan memang setiap tahunnya helatan di kampusnya digelar secara berbeda-beda. Namun, yang sama dari tiap tahunnya yaitu Tabligh Akbar, doa zikir buat keempat korban, malam renungan dan juga upacara.

“Setiap tahunnya juga kami mahasiswa dan pihak kampus pasti ziarah ke makam korban yang di Jakarta maupun di Bandung,” ujarnya.

Saat menjabat sebagai Presiden Mahasiwa Universitas Trisakti, Kader juga menginginkan ada unsur campur tangan dari tokoh masyarakat untuk sekedar membantu ia dan teman-temannya menggalakkan hikmah yang harus dipetik dari gugurnya empat senior mereka tersebut. Kader mencontohkan telah mengundang stand up comedian Pandji Pragiwaksono untuk datang ke kampusnya pada 10 Mei.

“Pandji merupakan stand up comedian yang sering memikirkan masalah kebangsaan, jadi memiliki bobot di situ. Kita juga terus mencari tokoh-tokoh yang gitu juga,” ujarnya. Merdeka.com

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed