oleh

Terima 20 Pertanyaan dari KPU, Kubu Prabowo Tak Gentar



SeputarNKRI

loading…

JAKARTA – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso memastikan 20 pertanyaan untuk debat Pilpres perdana sudah diterima pihaknya. Namun, pihaknya tidak diperbolehkan untuk membocorkannya.

“Dipastikan sudah (menerima). Tapi jangan nanya apa saja. Tidak boleh. Akan saya jawab tidak tahu,” ujar Priyo dalam diskusi akhir pekan Polemik MNC Trijaya, dengan tema ‘Jelang Debat siapa Hebat’, di d’consulate resto, KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

Dari 20 pertanyaan itu, Priyo mengaku pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, tak gentar dan tidak mempermasalahkan pertanyaan yang diajukan para oleh panelis.

“Tidak masalah, sedahsyat apapun, mereka sekelas negarawan. Pertanyaan top, kritis, dan akan kami jawab oleh calon kami,” kata Priyo.

Selain itu, menurut Priyo pertanyaan yang diajukan oleh KPU yang dibuat dari para panelis, memiliki kompetensi yang baik. Sebab pertanyan debat sangat sesuai dengan tema yang diangkat pada debat perdana, yaitu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

“Sekarang mulai berfikir, karena memang ini bagus sekali pertanyaan-pertanyaan yang dihimpun panelis debat. Ada pak Agus, mas Taufan, ada Bagir Manan, ada Hikmahanto, ada Bivitri, ada Margarito Kamis, wah pertanyaannya top,” tuturnya.

Diketahui debat pilpres 2019 pertama rencananya akan diadakan di Hotel Bidakara, Jakarta 17 Januari 2019, digelar dalam waktu 90 menit mulai pukul 20.00 WIB. Debat akan diikuti oleh dua pasang calon presiden dan wakil presiden yakni Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.

Ira Koesno dan Imam Priyono akan memandu sebagai moderator dengan mengangkat tema Hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Tim panelis debat capres ini adalah mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, guru besar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, pakar hukum tata negara dari LIPI Bivitri Susanti, dan pakar hukum tata negara Margarito Kamis.

(rhs)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed