oleh

Van Dijk Berbagi Pengalaman Atasi Rasa Gugup

SeputarNKRI –

loading…

LIVERPOOL – Hari terus bergerak dan Virgil van Dijk mengaku tidak merasa gugup jelang laga final Liga Champions 2018/2019 melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6) dini hari WIB. Bek Si Merah itu merasa termotivasi untuk menyelesaikan pertandingan dengan mengangkat trofi juara.

Trofi Liga Champions bukan sekadar penebusan kekecewaan buat Liverpool setelah gagal mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 29 tahun. Lebih dari itu, perebutan gelar di kompetisi antarklub Eropa akan dijadikan sebagai pelecut semangat anak asuhnya untuk tampil jauh lebih baik di musim berikutnya.

Jelang final Liga Champions melawan Tottenham, Van Dijk menekankan jika dirinya tidak merasa gugup. Menurutnya, dengan pengalaman perasaan gugup itu akan hilang dengan sendirinya.

“Saya tidak pernah gugup. Dengan pengalaman, kegugupan itu tidak ada. Ketika saya melakukan debut untuk Liverpool melawan Everton pada Januari 2018, saya lebih bersemangat daripada gugup. Hari itu, saya mengejutkan diri saya dengan ketenangan saya,” kata van Dijk.

“Saya tidak tahu apa itu. Itu hanya sesuatu yang saya pelajari selama bertahun-tahun dan itu adalah sesuatu yang sangat saya sukai. Jika Anda gugup, Anda berpikir: ‘Saya tidak ingin membuat kesalahan atau memberikan bola.’ Tetapi Anda membatasi kualitas Anda sendiri saat itu. Selama bertahun-tahun saya mengembangkan pola pikir bahwa ada banyak hal yang lebih penting dalam hidup,” sambung van Dijk.

“Ini lebih menyenangkan daripada saraf akhir-akhir ini,” lanjutnya. “Bahkan sebelum final Liga Champions tahun lalu melawan Real Madrid, saya tidak gugup sama sekali. Saya sangat santai. Saya seperti: ‘Ayo pergi, ayo lakukan ini.’ “

Pada musim ini, van Dijk berhasil mengubah pertahanan Liverpool terlihat kokoh. Dari 20 tim yang tampil di Liga Inggris 2018/2019, Si Merah menjadi salah satu klub dengan jumlah kebobolan (22) paling sedikit.

Selain itu, Liverpool tercatat hanya sekali menelan kekalahan. Sayangnya, prestasi itu tak dibarengi dengan sebuah gelar juara. Sebab, Manchester City, yang pada akhirnya keluar sebagai pemenang sekaligus mempertahankan trofi juara Liga Inggris dalam dua musim secara beruntun.

(sha)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed