oleh

Tertangkap ‘Sopir Angkot Penabrak Driver Ojek Online Terancam Hukuman Mati

SeputarNKRI | HUKUM – Dengan tangan terborgol, SBH dihadirkan ke hadapan awak media saat konferensi pers di Mapolrestro Tangerang, Banten, Jumat (10/3).

Tertangkap 'Sopir Angkot Penabrak Driver Ojek Online Terancama Hukuman Mati

Pria berusia 18 tahun itu mengenakan kaus tahanan berwarna oranye dan memakai topi hitam.

Tangannya dalam keadaan terborgol. Mulutnya ditutupi masker. Tubuh tersangka penabrak pengemudi ojek online itu terlihat gemetaran.

Dari gesturnya, tampaknya sopir angkot di Tangerang itu didera ketakutan.

Maklum, Kapolrestro Tangerang Kombes Harry Kurniawan menyatakan bahwa SBH dituduh telah melakukan pembunuhan berencana.

Ancaman hukumannya pun tak main-main, yakni hukuman mati.

Ia dituduh sengaja menabrak Ichtiyarul Jamil (22), pengemudi ojek online GrabBike, Rabu (8/3) lalu.

Peristiwa memilukan itu terjadi di depan Tangcity Mall, Cikokol, Tangerang. Kala itu SBH mengemudikan mobil angkot R03 jurusan Pasar Anyar-Serpong nopol B1678 CTX.

Jamil tengah berjalan santai di sisi jalan. Tiba-tiba saja SBH menabrak Jamil dari arah belakang menggunakan angkotnya.

Jamil yang masih tercatat sebagai mahasiswa Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) itu terpelanting akibat hantaman angkot warna biru yang dikemudikan pelaku.

Usai menabrak, pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan Jamil yang terluka parah dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Video penabrakan pengemudi ojek online itu dengan cepat beredar di media sosial dan menjadi viral pada Rabu (8/3). Polisi langsung bergerak cepat memburu pelaku.

Akhirnya pelakunya berhasil dibekuk, Kamis (9/3). Ternyata pelakunya adalah SBH, yang sehari-hari menjadi sopir tembak angkot.

“Kami mengamankan sopir yang sengaja menabrak korbannya,” kata Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan, Jumat (10/3)

Motif Dendam

Di depan wartawan, SBH mengungkapkan alasan mengapa dirinya nekat menabrak Jamil. Alasannya adalah karena dendam terhadap transportasi berbasis online.

Ia mengaku, penghasilannya sebagai sopir angkot anjlok sejak munculnya ojek online.

“Omzet saya berkurang semenjak ada ojek online. Biasa sehari dapat Rp 100.000, sekarang cuma Rp 40.000,” kata SBH dengan wajah tertunduk.

Berkurangnya pendapatan membuat SBH kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangganya. “Saya sudah 2 tahun jadi sopir tembak. Sudah punya anak istri,” ujarnya.

Tak heran jika ia sudah lama merasa kesal kepada para pengemudi ojek online. Dendam yang membara akhirnya mendorongnya berbuat nekat.

Lelaki asal Lampung tersebut meluapkan emosinya dengan menabrak korban Jamil pada Rabu petang.

Melarikan diri

Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Arlon Sitinjak menyatakan, perbuatan pelaku dilakukan secara sadar.

“Pelaku tidak dalam pengaruh alkohol. Dia dalam keadaan normal,” katanya.

Jajarannya pun akan memeriksa apakah tersangka mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM) saat melakukan pekerjaannya sebagai sopir.

Dijelaskan Arlon, sebelum menemukan SBH, polisi awalnya mendatangi tiap-tiap pangkalan sopir angkot R03, setelah terjadi penabrakan. Beberapa sopir pun dimintai keterangan.

“Kami awalnya mendatangi tongkrongan para sopir. Dilakukan penyelidikan siapa pelaku yang melakukan penabrakan terhadap pengemudi ojek online ini,” ujar Arlon saat berbincang dengan Warta Kota di Mapolrestro Tangerang, Jumat (10/3).

Arlon mengungkapkan, awalnya cukup sulit mengidentifikasi tersangka. Semua sopir bungkam.

Arlon pun kemudian memeriksa pihak-pihak yang mempunyai angkot trayek Pasar Anyar-Serpong. Alhasil penyelidikan berbuah manis.

“Ada yang punya angkot R03 mengeluh, kalau mobilnya itu habis menabrak orang,” ucapnya.

Bahkan pemilik mobil berniat untuk memodifikasi angkotnya itu agar tak terendus polisi.

Aparat bergerak cepat dan segera mencari barang bukti angkot yang menabrak pengemudi ojek online.

“Angkot yang digunakan untuk menabrak korban dipasangi stiker. Setelah menabrak, stikernya itu dicopot agar tak dikenali. Kami lakukan observasi dan akhirnya menemukan angkot itu di pangkalan Cikokol,” kata Arlon.

Petugas pun langsung menyita barang bukti angkot ini. Mereka mengamankan barang bukti yang menjadi saksi bisu insiden tabrak lari dan dibawa ke Mapolrestro Tangerang.

“Setelah kami berhasil sita barang bukti, identitas sopir yang menabrak akhirnya terungkap. Pelaku SBH merupakan sopir tembak, dia kabur ke daerah Bekasi,” tuturnya.

Tersangka bertolak ke Bekasi meminta perlindungan terhadap rekan-rekan seprofesinya.

Ia bersembunyi di pangkalan sopir, bahkan sudah bersiap-siap untuk melarikan diri ke kampung halamannya di Lampung.

“Dia asal Lampung, kalau kami terlambat sedikit waktu saja, mungkin dia sudah pergi ke kampungnya,” ungkap Arlon.

Kerja sampingan

Korban Ichtiyarul Jamil (22) merupakan mahasiswa yang menimba ilmu di Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT). Jamil menyambi sebagai pengemudi ojek online.

“Dia sebagai mahasiswa aktif angkatan 2014,” ujar Kepala Sekretariat UMT, Ahmad Nasuhi Yusuf pada Jumat (10/3).

Jamil duduk di bangku kuliah D3 Akutansi. Saat ini dirinya sudah masuk semester enam. “Dia jadi driver GrabBike hanya melakukan pekerjaan sampingan untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari dan kuliahnya,” ucapnya.

Guna meringankan keluarga korban, pihak UMT berjanji akan memberikan bantuan berupaya biaya pengobatan.

“Kondisinya saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta,” papar Ahmad Nasuhi.

Penggalangan Dana

Kemarin, sejumlah pengemudi ojek online yang prihatin terhadap kejadian yang dialami oleh Jamil mengadakan aksi penggalangan dana. Mereka antara lain menggalang dana dari para pengendara yang lewat di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat.

Uang hasil penggalangan dana tersebut digunakan untuk membantu proses pengobatan Jamil yang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

“Ini inisiatif kami saja, bukan berasal dari perusahaan. Siapa saja diharapkan keikhlasannya untuk membantu korban,” kata Hendi Hidayat, seorang pengemudi ojek online, di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (10/3).

Hendi menyayangkan apa yang dialami Jamil, meskipun ia tidak mengenal korban. Namun keterikatan emosional Hendi muncul lantaran ia berprofesi sama seperti korban yang notabene merupakan pengemudi ojek online.

“Saya sih gak kenal, tapi yang namanya sama-sama ojek, kami turut prihatin,” ungkapnya.
Berikut Video Konfrensi Pers Pihak Kepolisian dengan tersangka Sopir Angkot:

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed