oleh

Selain Manchester City, Presiden La Liga Juga Minta PSG Dihukum

SeputarNKRI –

loading…

MADRID – Manchester City mendapat sanksi larangan tampil di Liga Champions untuk dua musim ke depan. Hukuman tersebut disambut positif Presiden La Liga, Javier Tebas.

Hukuman tersebut dibuat setelah Manchester City diduga memanipulasi laporan keuangan selama 2012 hingga 2016. Celakanya, sanksi dijatuhkan pada saat City hendak mempersiapkan diri menghadapi klub La Liga, Real Madrid dua pekan lagi.

City akan melawat ke markas Real Madrid di Santiago Bernabeu di babak 16 besar Liga Champions, 27 Februari 2020. Tak heran, sanksi yang dijatuhkan ikut mendapat sorotan dari presiden La Liga.

“Menegakkan aturan finansial secara adil dan menghukum pelanggaran finansial adalah tindakan yang sangat penting bagi masa depan sepak bola,” kata presiden La Liga, Javier Tebas dikutip BBC Sports.

Javier Tebas mengaku La Liga sudah lama menyoroti kasus ini. Selain Manchester City, dia juga ingin klub lain yang diduga melakukan pelanggaran yang sama agar segera dihukum.

“Selama bertahun-tahun kami menyerukan tindakan keras terhadap Manchester City dan Paris Saint-Germain, kami akhirnya memiliki contoh tindakan yang baik dan berharap untuk melihat lebih banyak,” kata Javier Tebas.

Dua tahun lalu klub tajir di Liga Prancis, PSG juga disebut-sebut melanggar aturan keuangan UEFA. Pada saat itu ‘bumbu’ pemberitaan yang muncul menyebut Neymar Jr akan dijual PSG untuk membuat neraca keuangan mereka stabil. (Baca juga: Soal Sanksi UEFA, Guardiola Pernah Sesumbar Man City Lolos Hukuman)

(sha)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed