oleh

Orasi di Unhan, Puan Ungkap Dukungan DPR untuk Naikkan Anggaran Militer



SeputarNKRI

loading…

JAKARTA – Ketua DPR Puan Maharanimenegaskan bahwa DPR RI sangat memperhatikan memperhatikan pemenuhan minimum essential force (MEF) untuk memodernisasi kekuatan pertahanan. Hal ini bertujuan agar kekuatan pertahanan bisa lebih efektif dalam melaksanakan tugas-tugas militer dan misi perdamaian.

Menurut Puan, perhatian tersebut diwujudkan dengan memastikan anggaran militer juga terus meningkat, dari Rp98,2 triliun pada 2016 menjadi Rp118 triliun pada 2020. ”Pada 2021, anggaran pertahanan dialokasikan sebesar Rp137 triliun,” ujar Puan orasi ilmiah dalam Kuliah Umum di Universitas Pertahanan, Senin (26/10/2020) yang juga dihadiri Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai mahasiswa doktoral Unhan.

(Baca: Puan Maharani: Butuh Sistem Pertahanan Semesta yang Kuat dan Andal)

Bukan hanya untuk kebutuhan alat pertahanan, DPR juga berupaya serius mencukupi kebutuhan RS TNI dalam peralatan dan sarana prasarana terkait antara lain kesiapan APD, ketersedian dokter spesialis, dan obat-obatan di dalam negeri.

“DPR RI menambah anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp8,067 triliun dari Badan Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) untuk pemenuhan alat dan materiil kesehatan dan kegiatan kebutuhan Rumah Sakit Lapangan,” kata Puan.

Untuk meningkatkan kesiapan ancaman pandemi Covid-19, DPR menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp 300 miliar Kementerian Pertahanan Tahun 2021 untuk membuka empat fakultas baru di Universitas Pertahanan untuk jenjang Sarjana atau S1. Keempat fakultas tersebut yakni Fakultas Teknik, Kedokteran, Informatika, dan MIPA.

Dari sisi fungsi pengawasan, DPR RI memberi masukan strategis dalam berbagai kebijakan terkait pertahanan, yakni mengenai isu Laut Cina Selatan, penanganan Covid-19, modernisasi alutsista dan dukungan kemajuan industri pertahanan.

(Baca: Anggaran Militer Dipangkas, RI Cs Rentan dalam Konflik Teritorial vs China)

Sementara melalui diplomasi parlemen, DPR mendukung penguatan kerja sama TNI dengan militer berbagai negara, khususnya dalam meningkatkan kemampuan tempur prajurit, sharing infomasi dan lain sebagainya.

“DPR juga mendukung rangkaian diplomasi pertahanan yang dilakukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam memperkuat kerja sama pertahanan internasional untuk mendukung kemajuan alutsista,” ucap Puan.

“DPR RI juga mendukung penuh peran aktif TNI yang konsisten mengirimkan pasukan Kontingen Garuda dalam misi perdamaian PBB sebagai komitmen negara dalam turut serta dalam perdamaian dunia,” ujar dia.

(muh)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed