oleh

Bejat! Guru Ngaji Ini Cabuli 7 Muridnya Di Musala

Bejat! Guru Ngaji Ini Cabuli 7 Muridnya Di Musala
SeputarNKRI | Peristiwa
– Seorang anggota Satpol PP Kota Surabaya yang juga berprofesi sebagai guru ngaji bersama temannya melakukan pencabulan terhadap santrinya sendiri. Achmad Syafi’i alias Kris (36) pegawai honorer Satpol PP Kota Surabaya, dan Sunarto (35), yang juga bekerja sebagai tukang las, tinggal di Jalan Medokan Semampir Indah, Kota Surabaya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka yang berhasil ditangkap tim anti bandit unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, sekarang harus meringkuk di dalam hotel prodeo Polrestabes Surabaya.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, menjelaskan, pencabulan dan persetubuhan dilakukan para tersangka tersebut sudah berjalan tiga bulan. Mulai dari bulan Mei hingga Agustus 2017.

Ironisnya, perbuatan bejat yang dilakukan para tersangka itu kadang di musala, tempat ia mengajar mengaji dan rumah tersangka Achmad Syafi’i, Jalan Medok Semampir, Kota Surabaya.

“Yang berperan aktif sering melakukan pencabulan hingga sampai persetubuhan ini tersangka Achmad Syafi’i. Yang menjadi korban ada tujuh anak didiknya yang biasa belajar mengaji ke tersangka,” terang Ruth Yeni, Rabu (6/9).

Untuk tersangka tersangka Sunarto, hanya sekali melakukan pencabulan terhadap anak didiknya. Itupun, yang menjadi korban sudah pernah dicabuli dan disetubuhi oleh tersangka Achmad Syafi’i.

“Kalau untuk pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan sampai 15 kali ini korbannya masih SMK kelas satu,” ucapnya.

Sedangkan yang menjadi korban pencabulan dilakukan tersangka berulangkali sampai sebanyak 4 kali juga masih pelajar SMK duduk di bangku sekolah kelas satu. Kemudian pencabulan yang sampai tujuh kali masih pelajar SMP kelas satu.

“Untuk yang pelajar SMP ini adalah anak laki-laki,” katanya.

Modus pencabulan dilakukan, tersangka awalnya hanya mengajar mengaji di musala dekat rumahnya. Setelah Maghrib sampai sebelum Isya, tersangka baru melakukan pencabulan. Sedangkan untuk persetubuhan yang dilakukan tersangka pada malam hari.

Kepada orang tua korban, pelaku berdalih mengajar ngaji di malam hari agar mendapatkan barokah dan hidayah.

“Tapi, sesampai di musala. Anak didiknya itu justru diancam akan dikeluarkan dan tidak diperbolehkan untuk mengaji, jika tidak menuruti kemauan tersangka untuk dicabuli dan disetubuhi,” jelasnya.

Perbuatan bejat pelaku terbongkar setelah para korban mengeluh sering merenung sendiri, ketakutan dan saat kencing selalu kesakitan, terutama perempuan, dan hal itu diketahui orang tuanya.

Mendengar pengakuan para korban, keluarga langsung melaporkan perbuatan kedua tersangka di Polisi, pada 29 Agustus 2017, dan langsung ditangkap. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Pelindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun paling lama 15 Tahun.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

News Feed